Senin, April 08, 2013

Einstein dan Tuhan Spinoza



SEBENARNYA apa agama Einstein? Ia terlahir sebagai seorang Yahudi, tetapi apakah ia penganut agama itu? Ketika banyak orang menyebut Einstein eteis, dia menyangkal. Apa yang ia sampaikan pada mereka yang ateis? Paham apa yang menjadi pijakan berpikir religius Einstein? Bagaimana cara Einstein menggambarkan Tuhan yang menjadi bahan olok-olok oleh sebagian ilmuwan dan filsuf di zamannya?

Kamis, April 04, 2013

Bermimpi, Lalu Bangunlah



RABU sore 3 April, saya diundang sebagai tamu di sebuah program acara talk show radio. Programa 2 RRI Kendari, "Respect Your Life" nama acaranya. Ini pengalaman pertama saya jadi narasumber untuk acara bertema motivasi. Selama ini saya lebih sering didaulat untuk berbicara sebagai pengamat. Berat. Tapi tidak untuk sore itu. Saya sangat rileks. Posting ini ingin berbagi cerita tentang Dare to Dream (Berani Bermimpi), tema yang kami perbincangkan. Boleh dibilang itu percakapan yang serius tapi santai. Atau mungkin santai tapi serius. (Hmmm... beda ya?)

Rabu, April 03, 2013

Memorable Indonesian 70's Movies



TANGGAL 30 Maret lalu diperingari sebagai Hari Film Nasional. Saya tiba-tiba ingin memutar ulang ingatan saya pada beberapa film jaman dulu (jadul). Tentu ini sangat personal dan jauh dari nilai obyektif. Pertama, karena definisi jadul itu saya batasi sesuka saya (era 70-an). Kedua, saya hanya akan bercerita tentang film-film yang pernah saya tonton. Boleh jadi yang Anda pernah tonton jauh lebih menarik. Mungkin kita bisa berbagi cerita.

Selasa, Januari 01, 2013

Ibnu Arabi (1165 – 1240 M): Ketika Tuhan “Menampakkan” Diri-Nya



MUNGKIN generasi saat ini tidak banyak yang mengenal Ibnu Arabi. Saya sendiri mengenal nama beliau saat masih kuliah (pertengahan era 90an). Namun tidak sempat berkenalan dengan ajarannya. Saat itu saya tidak menemukan satu pun karyanya. Muhammad Mojlum Khan tahun 2010 menulis buku The Muslim 100 The Lives, Thoughts and Achievements of The Most Influential Muslims in History. Ibnu Arabi termasuk satu di antaranya. Tulisan ini ingin mengulas secara singkat biografi dan pemikiran Ibnu Arabi yang oleh beberapa kalangan muslim sekalipun sering diaanggap kontroversi.

Rabu, November 07, 2012

Spinoza (1632 – 1677): Tuhan adalah Alam



NAMA Spinoza pertama kali saya kenal dari catatan lepas filsuf Pakistan: Muhammad Iqbal. Menurut saya, dia menjadi 'penting' karena cara pandangnya yang bertentangan dengan aliran filsafat yang awam di masanya. Saya juga tertarik pada pemikiran Spinoza karena memiliki kemiripan dengan tradisi sufisme Islam. Mirip yaa, bukan sama. Posting ingin berbagi tentang siapa itu Spinoza dan apa saja yang menjadi pokok pikirannya.

Minggu, September 30, 2012

Korupsi: Melawan Eufemisme dan Pelaziman



DUA hari berturut-turut saya menonton film omnibus “Kita versus Korupsi”. Film ini tayang perdana pada akhir Juni 2012 lalu di Kendari (Sulawesi Tenggara). Tiap kali menonton, entah mengapa saya tidak dapat menahan haru saat menyaksikan film yang ketiga “Selamat Siang Rissa”. Meski tidak mirip, film itu selalu mengingatkan saya pada Ayah. “Hasil suap itu tidak akan pernah menjadi daging yang baik dalam tubuhmu,” suatu saat katanya kepada kami. Suap itu akan menjadi nanah atau daging yang busuk. Akan menjadi penyakit yang menggerogoti tubuhmu. Saat memberi atau menerima suap, bersiaplah, karena dirimu yang akan menjadi tumbalnya.

Korupsi

Tiap kita pasti punya pengalaman sendiri atas korupsi. Bahkan mungkin punya definisi sendiri atasnya. Versi Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan peribadi atau orang lain. Sementara koruptor digambarkan sebagai orang yang melakukan korupsi, orang yang menyelewengkan (menggelapkan) uang negara(perusahaan) tempat kerjanya. Sedikit berbeda dengan apa yang didefinisikan kamus, film omnibus “Kita versus Korupsi” mengkonstruksi ulang pemaknaan pada korupsi.

Senin, Juli 09, 2012

Melawan (Korupsi) dengan Film




TAHUN 2011 Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia 3,0. Makin kecil nilai indeksnya, makin besar tingkat korupsi di negara itu. Sekedar membandingkannya dengan CPI negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia berada di bawah Singapura (9,2); Brunei (5,2); Malaysia (4,3); dan Thailand (3,4). Indeks Indonesia masih lebih baik daripada Vietnam (2,9); Philipina (2,6); Laos (2,2); Kamboja (2,1); dan Myanmar (1,5).

Dengan keadaan ini, naif jika kita menganggap pemberantas korupsi itu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jaksa, polisi, atau para hakim. Keliru kalau kita selalu berpikir untuk melawan harus dengan turun ke jalan. Meneriakkan yel-yel anti-korupsi atau ganyang para koruptor. Siapapun kita, sebenarnya dapat menjadi pahlawan anti-korupsi. Setidaknya untuk keluarga kita. Untuk hidup kita sendiri.

Omnibus

PADA 29 dan 30 Juni lalu, film “Kita versus Korupsi” tayang di Kendari. Kendari adalah kota ke-10 dari 17 kota yang menjadi tujuan road show kampanye film anti-korupsi ini. “Kita versus Korupsi” adalah film omnibus yang berisi gabungan empat film pendek. Meski bukan dokumenter, film fiksi ini terasa seperti potret keseharian kita. Bertutur lugas tanpa menggurui.